Skripsi
ANALISIS PENINGKATAN JUMLAH CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA PALEMBANG
Perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan seorang wanita untuk membentuk keluarga yang bahagia. Tujuan dari perkawinan tersebut adalah untuk meneruskan keturunan serta membentuk keluarga yang bahagia, kekal dan abadi. Sejalan dengan tujuan perkawinan tersebut, UU Perkawinan menganut asas atau prinsip untuk mempersulit terjadinya perceraian. Namun pada kenyataannya banyak perkawinan yang tidak dapat dipertahankan dan harus berakhir pada perceraian. Saat sekarang ini perceraian dengan cerai gugat mengalami peningkatan yang cukup tinggi dalam kurun waktu lima tahun. Adapun jumlah kasus cerai gugat yang masuk ke Pengadilan Agama Palembang dalam kurun waktu lima tahun ini adalah mencapai sebanyak 3737 kasus. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan jumlah cerai talak yang berjumlah 1606 dalam kurun waktu lima tahun. Yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini adalah apakah faktor dominan yang menyebabkan tingginya jumlah cerai gugat di Pengadilan Agama Palembang?dan bagaimana cara pandang dalam melihat fenomena meningkatnya jumlah perceraian dari sisi yuridis formal dan di luar hukum?. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan yaitu yang menjadi penyebab tingginya jumlah cerai gugat di Pengadilan Agama Palembang adalah faktor ketidakharmonisan dalam rumah tangga yang dilatarbelakangi dengan masalah ekonomi yang menimbulkan pertengkaran terus menerus. Dan dilihat dari sisi yuridis formal meningkatnya jumlah perceraian karena adanya kegagalan kinerja BP-4 dalam meminimalisir jumlah perceraian dan kurangnya pembinaan perkawinan kepada pasangan suami istri, agar rumah tangga tersebut dapat damai kembali.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
1007001920 | T55852 | T558522010 | Central Library (Referens) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available