Text
Parasit domba lokal (ovis aries l.) di Kampung Dua, Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Domba merupakan ternak yang menjanjikan untuk dikembangkan karena pemeliharaannya yang mudah. Domba lokal (Ovis aries L.) merupakan salah satu sumber daya genetik ternak yang berpotensi dikembangkan dalam penyediaan daging nasional. Penyakit parasitik merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan produktivitas ternak. Parasit bertahan hidup dalam tubuh hospes dengan memakan jaringan tubuh, mengambil nutrisi yang dibutuhkan dan menghisap darah hospes. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan bobot badan, pertumbuhan yang lambat, penurunan daya tahan tubuh, dan kematian hospes. Ternak yang terinfeksi parasit biasanya mengalami kekurusan sehingga mempunyai nilai jual yang rendah. Parasit dibagi menjadi dua golongan yaitu ektoparasit dan endoparasit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ektoparasit dan endoparasit yang terdapat pada kandang domba lokal di Kampung Dua, Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Manfaat Penelitian memberikan informasi dalam bidang Parasitologi mengenai keberadaan jenis ektoparasit dan endoparasit yang terdapat pada domba lokal, serta memberikan informasi bagi masyarakat khususnya peternak domba lokal, sehingga diharapkan dapat mencegah domba terserang ektoparasit dan endoparasit.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2016 sampai dengan Januari 2017. Metode penelitian dengan menggunakan metode Purposive Sampling untuk penentuan lokasi. Lokasi penelitian di Kampung Dua, yang terdapat 2 kandang domba lokal. diberi nama kandang I dan kandang II. Kandang I terdapat 16 ekor domba dan kandang II terdapat 5 ekor domba. pengambilan sampel menggunakan teknik langsung. Penelitian ektoparasit dilakukan dengan perabaan seluruh permukaan tubuh domba dari kepala sampai ekor, sedangkan penelitian endoparasit menggunakan metode flotasi. Hasil Endoparasit yang didapatkan berupa telur cacing, pada kandang I terdapat 8 genus (Ascaris, Trichostrongylus, Moniezia, Bunostomum, Ostertagia, Haemonchus, Strongyloides dan Chabertia). Sedangkan pada kandang II hanya ditemukan 1 genus (Ascaris). Ektoparasit yang didapatkan pada kandang I didapatkan 2 genus (Damalinia dan Lucilia), sedangkan pada kandang II didapatkan 1 genus (Damalinia). Endoparasit yang didapatkan pada kelas Nematoda yaitu 7 genus (Ascaris, Trichostrongylus, Bunostomum, Ostertagia, Haemonchus, Strongyloides dan Chabertia), dan pada kelas Cestoda 1 genus (Moniezia). Ektoparasit yang didapatkan yakni dari kelas Insecta (Damalinia dan Lucilia).
No copy data
No other version available