Skripsi
KARBONISASI HIDROTERMAL DAN AKTIVASI DARI KULIT BUAH LENGKENG (Dimocarpus longan L.) SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA MALASIT HIJAU DAN RHODAMIN-B
Telah dilakukan preparasi hidrochar dari kulit buah lengkeng (Dimocarpus longan
L.) pada berbagai variasi temperatur dan waktu karbonisasi serta dilakukan
aktivasi menggunakan NaOH. Material tersebut dikarakterisasi menggunakan
analisis X-Ray Diffraction (XRD), Fourier Transform Infra Red (FT-IR),
Scanning Electron Microscope (SEM) dan Brunauer-Emmett-Teller (BET).
Material tersebut digunakan sebagai adsorben zat warna malasit hijau dan
rhodamin-B. Proses adsorpsi zat warna malasit hijau dan rhodamin-B pada
adsorben dipelajari melalui pengaruh pH, waktu, temperatur, konsentrasi adsorpsi
dan selektivitas campuran zat warna serta proses desorpsi dan regenerasi adsorben
terhadap zat warna. Temperatur dan waktu karbonisasi pada material hidrochar
yang terbaik yaitu temperatur 250 ºC pada waktu 10 Jam. Hasil analisis XRD
pada kulit buah lengkeng, hidrochar temperatur 250 ºC dan hidrochar teraktivasi
NaOH muncul puncak difraksi pada sudut sekitar 24º dengan intensitas yang
semakin tajam setelah proses karbonisasi hidrotermal dan aktivasi. Hasil analisis
FT-IR menunjukkan bahwa pada setiap material terdapat gugus aktif –OH, C-H
alifatik, C=O, C=C terisolasi, dan C-O-C. Berdasarkan hasil analisis SEM
menunjukkan bahwa permukaan material kulit buah lengkeng dan hidrochar
teraktivasi NaOH memiliki morfologi yang membentuk agregat dan hidrochar
tanpa aktivasi memiliki bentuk morfologi cenderung heterogen. Hasil analisis
BET menunjukkan bahwa terjadi peningkatan luas permukaan material setelah
proses karbonisasi hidrotermal temperatur 250 ºC dari 17,175 m2
/g menjadi
18,712 m2
/g dan semakin meningkat setelah dilakukan aktivasi menjadi 21,548
m
2
/g. Proses adsorpsi zat warna malasit hijau pada setiap adsorben terjadi secara
optimal pada pH 6 dan zat warna rhodamin-B pada pH 3. Pengaruh kinetika
adsorpsi zat warna malasit hijau dan rhodamin-B lebih cenderung mengikuti
persamaan kinetika pseudo second order. Pengaruh konsentrasi dan temperatur
adsorpsi menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi adsorbat dan temperatur
maka semakin besar kapasitas adsorpsinya. Parameter isoterm adsorpsi zat warna
malasit hijau pada setiap adsorben cenderung mengikuti model isoterm Freundlich
sedangkan pada zat warna rhodamin-B mengikuti isoterm Langmuir. Adsorben
hidrochar temperatur karbonisasi 250 ºC memiliki kapasitas adsorpsi yang paling
besar pada adsorpsi zat warna malasit hijau sebesar 212,766 mg/g dan zat warna
ix
Universitas Sriwijaya
rhodamin-B sebesar 151,515 mg/g. Jenis pelarut yang cocok pada proses desorpsi
zat warna pada adsorben kulit buah lengkeng dan adsorben hidrochar teraktivasi
NaOH yaitu NaOH serta adsorben hidrochar yaitu etanol. Proses regenerasi
adsorben kulit buah lengkeng dan hidrochar yang telah diaktivasi lebih stabil
terhadap zat warna malasit hijau sedangkan hidrochar tanpa aktivasi lebih stabil
terhadap zat warna rhodamin-B. Selektivitas campuran zat warna malasit hijau
dan rhodamin-B menunjukkan bahwa zat warna malasit hijau lebih mudah
teradsorpsi pada setiap adsorben dibandingkan dengan zat warna rhodamin-B.
Berdasarkan analisis XRD, terjadi perubahan struktur adsorben setelah proses
adsorpsi zat warna malasit hijau dan rhodamin-B yang disebabkan oleh adanya
interaksi kimia antara adsorben dan zat warna
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
2107000050 | T44615 | T446152021 | Central Library (REFERENCES) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available