Skripsi
KARBONISASI HIDROTERMAL KULIT BUAH DUKU (Lansium domesticum) DAN AKTIVASINYA MENGGUNAKAN NaOH SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA DIRECT ORANYE DAN MALASIT HIJAU
Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya
xxii + 182 halaman, 48 gambar, 24 tabel, 40 lampiran
Pada penelitian ini telah dilakukan preparasi hidrochar dari biomassa kulit buah
duku (Lansium domesticum) dengan menggunakan metode karbonisasi hidrotermal
serta aktivasinya menggunakan NaOH pada berbagai perlakuan waktu dan
temperatur karbonisasi. Material yang telah melalui proses preparasi dikarakterisasi
menggunakan analisis Fourier Transform Infra Red (FT-IR), X-Ray Diffraction
(XRD), Brunauer Emmet Teller (BET) dan analisis Scanning Electron Microscope
(SEM). Pada proses preparasi material biomassa melalui berbagai variasi waktu dan
temperatur karbonisasi serta aktivasinya, didapatkan material terbaik yaitu pada
perlakuan waktu dan temperatur karbonisasi selama 12 jam pada temperatur 200°C.
Hasil analisis FT-IR menunjukkan adanya puncak-puncak vibrasi pada material
yang menandakan adanya gugus –OH, -CH, =CH, C=O, C=C aromatik dan alifatik
pada material. Analisis XRD biomassa menunjukkan adanya puncak difraksi pada
sudut difraksi antara 15,7° dan 22,79°, namun cenderung menurun pada sudut
difraksi 15,5° setelah melalui perlakuan karbonisasi dan aktivasinya. Analisis BET
menunjukkan adanya peningkatan luas permukaan pada biomassaa dan hasil
karbonisasi 200°C dari 12,343 m2
/g menjadi 22,635 m2
/g. Analisis SEM
menunjukkan bahwa pada permukaan material biomassa memiliki morfologi
permukaan yang cenderung menggumpal dalam fasa sama atau yang biasa disebut
agregasi, setelah melalui perlakuan karbonisasi material cenderung memiliki
morfologi yang heterogen dengan bentuk yang tidak beraturan, sedangkan setelah
melalui perlakuan aktivasi material cenderung memiliki morfologi berbentuk
jarum-jarum yang panjang dan meruncing tidak beraturan. Material yang telah
dikarakterisasi digunakan sebagai adsorben pada proses adsorpsi zat warna direct
oranye dan malasit hijau. Proses adsorpsi zat warna direct oranye dan malasit hijau
dipelajari melalui variasi pH, waktu kontak, temperatur, konsentrasi, desorpsi dan
regenerasi adsorben serta pengujian selektivitas zat warna. Proses adsorpsi zat
warna direct oranye dilakukan pada pH 2 sedangkan zat warna malasit hijau
dilakukan pada pH 6. Model kinetika adsorpsi kedua zat warna pada setiap adsorben
cenderung mengikuti model kinetika pseudo second order. Model isoterm adsorpsi
zat warna direct oranye cederung mengikuti model isoterm freundlich sedangkan
pada zat warna malasit hijau cenderung mengikuti model isoterm langmuir untuk
ix
Universitas Sriwijaya
adsorben biomassa dan hidrochar dengan nilai ΔH mencapai 6,412 kJ/mol hingga
34,633 kJ/mol yang dapat menandakan bahwa adsorpsi terjadi secara fisika. Proses
desorpsi menunjukkan bahwa etanol merupakan pelarut yang cocok untuk
digunakan untuk mendesorpsi zat warna direct oranye dan malasit hijau yang terikat
pada setiap adsorben yang digunakan. Perlakuan karbonisasi dan aktivasi semakin
meningkatkan kemampuan regenerasi adsorben. Pengujian selektivitas zat warna
menunjukkan bahwa zat warna malasit hijau lebih mudah terserap dibandingkan
dengan zat warna direct oranye. Karakteriasi adsorben menggunakan analisis XRD
setelah melalui proses adsorpsi menunjukkan peningkatan puncak difraksi pada
sudut difraksi 22,3° dan mengalami sedikit pergeseran sudut difraksi pada sudut
16,6° yang menunjukkan adanya interaksi kimia yang terjadi ketika proses adsorpsi
berlangsung
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
2107000053 | T44627 | T446272021 | Central Library (REFERENCES) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available