Text
Perbandingan ukuran indeks kepala dan indeks wajah suku batak toba dan suku arab di Palembang
Latar Belakang : Perawatan ortodonti berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan
tulang kraniofasial yang mempengaruhi oklusi. Di Indonesia terdapat tiga kelompok besar
ras yaitu ras Mongoloid-Melayu yang terbagi menjadi dua golongan yaitu ras Proto
Melayu dan ras Deutro Melayu ras Melanesoid dan ras Kaukasoid. Tiap ras memiliki ciri
khas terutama bentuk kepala dan bentuk wajah, termasuk pada suku Batak Toba dan suku
Arab.
Tujuan : Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan ukuran indeks kepala
dan indeks wajah pada suku Batak Toba dan suku Arab yang tinggal di Palembang.
Metode : Sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang yang berasal dari suku Batak Toba
dan 30 orang yang berasal dari suku Arab yang tinggal di Palembang dilakukan
pengukuran dengan menggunakan spreading calipers dan sliding calipers. Kriteria inklusi
subjek adalah usia antara 20-35 tahun, tidak memiliki kelainan konginetal dan tidak
memiliki kebiasaan buruk oral.
Hasil : Indeks kepala yang paling banyak ditemui pada kelompok suku Batak Toba adalah
Brachycephalic yaitu sebesar 73,33% dan pada kelompok suku Arab adalah Mesocephalic
sebesar 76,67%. Sedangkan untuk indeks wajah yang paling banyak ditemui pada suku
Batak Toba adalah Euryprosopic yaitu sebesar 70% dan pada suku Arab adalah
Mesoprosopic sebesar 76,67%. Hasil uji t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan
(p < 0.05).
Kesimpulan : Terdapat perbedaan indeks kepala dan indeks wajah suku Batak Toba dan
suku Arab yang tinggal di Palembang
No copy data
No other version available