Text
Ketersediaan k pada ultisol dan serapan k tanaman jagung (zea mays l.) akibat pemberian abu terbang batubara
Penelitian ini bertujuan untuk Mempelajari dan melakukan karakterisasi
kimia abu terbang batubara yang berkaitan dengan potensinya sebagai bahan
pengganti kapur pertanian, mempelajari pengaruh pemberian abu terbang batubara
berdasarkan dosisnya terhadap pertumbuhan tanaman jagung dan mempelajari
pengaruh pemberian abu terbang batubara sebagai pengganti kapur pertanian
terhadap ketersediaan K Ultisol dan serapan K tanaman jagung. Penelitian ini
dilakukan di Rumah Kaca Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas
Sriwijaya pada bulan September 2015 sampai Mei 2016. Penelitian ini
menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3
ulangan, sehingga terdapat 21 polybag percobaan. Dosis campuran abu terbang
batubara dan kapur pertanian yang diterapkan adalah dosis setara 1,5 x Al-dd.
Perlakuan dosis abu terbang batubara ditetapkan berdasarkan daya netralisasinya
(setara CaCO3/CCE). Hasil CaCO3/CCE pada analisis abu terbang batubara
adalah 27,40 %. Peubah yang diamati terdiri dari 1) Ketersediaan K Utisol, 2)
Serapan hara K tanaman jagung, dan 3) berat brangkasan tanaman jagung. Data
yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan
dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) taraf 5 %. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemberian abu terbang batubara dan kapur pertanian Dosis
perlakuan terbaik terhadap ketersediaan K Ultisol pada perlakuan T2 yaitu 80%
abu terbang batubara dan 20% kapur petanian dan pengaruh perlakuan dosis 20%
abu terbang batubara dan 80% kapur pertanian terhadap serapan hara K tanaman
jagung cenderung lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya dengan peningkatan
0,0491% dibandingkan tanpa perlakuan
No copy data
No other version available