Text
Efektifitas ekstrak akar api-api (Avicennia alba) terhadap infeksi bakteri vibrio sp pada udang windu (Penaeus monodon)
Udang Windu adalah salah satu jenis udang asli dari perairan Indonesia.
Budidaya udang memberikan konstribusi yang besar bagi produksi sektor
perikanan Indonesia. Berbagai kegagalan panen yang terjadi pada tambak udang
di Indonesia menjadi fenomena yang sangat merugikan para petambak. Kegagalan
panen biasanya disebabkan serangan bakteri Vibrio yang mengakibatkan kematian
udang dalam waktu yang cepat dan dalam jumlah yang besar. Bakteri ini
merupakan jenis patogen yang menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada saat
kondisi udang lemah dan faktor lingkungan yang ekstrim. Pemakaian antibiotik
secara terus menerus dan dosis yang tidak tepat akan mengakibatkan bakteri
menjadi resisten. Diantara bahan alami yang dikenal sebagai antibakterial adalah
tumbuhan mangrove. Mangrove khususnya Avicennia alba kaya akan senyawa
steroid, saponin, flavonoid, dan tannin yang dapat menghambat pertumbuhan
bakteri karena menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang dapat
menghambat pertumbuhan mikroba dan dapat membunuh mikroorganisme. Fokus
penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari ekstrak akar metanol
Avicennia alba terhadap bakteri Vibrio sp pada udang windu.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2014 sampai dengan
Juli 2015. Uji tingkat kelangsungan hidup dilakukan di Laboratorium Taksonomi
Hewan dan Uji populasi bakteri dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan
Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya.
Penelitian ini meliputi tahap Uji Viabilitas, Aklimatisasi, Pembuatan Inokulum,
Uji Efektifitas Ekstrak Avicennia alba.
Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) faktorial, dengan faktor 1 Bakteri (B), terdiri dari 2 taraf (B0 dan
B1) dan faktor 2 Konsentrasi Ekstrakl (K), terdiri dari 6 taraf (0 ppm, 14 ppm, 16
ppm, 18 ppm, 20 ppm dan 22 ppm). Masing-masing perlakukan diulang sebanyak
3 kali, sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Variabel pengamatan pada
penelitian ini adalah Gejala Klinis, Kelangsungan Hidup (%), dan Populasi
Bakteri. Data berupa Tingkat Kelangsungan Hidup dan Populasi Bakteri dianalisis
dengan menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dengan menggunakan program
Software Statistica 8. Apabila hasil Analisis Varian menunjukkan hasil yang
x Universitas Sriwijaya
signifikan kemudian dilanjutkan dengan Duncan New Multiple Range Test
(DNMRT) dengan α 0,05.
Hasil pengamatan gejala klinis (pleopod, telson, badan udang, kulit dan
gerak udang) menunjukkan pemulihan pada udang yaitu pada hari ke-10, 12 dan
14 setelah pemberian esktrak metanol akar Avicennia alba. Uji tingkat
kelangsungan hidup pada penelitian ini menunjukkan persentase tingkat
kelangsungan hidup udang yang tinggi yaitu pada konsentrasi 18 ppm yang
merupakan konsentrasi yang efektif untuk memberikan pengobatan udang windu
yang diinfeksi bakteri Vibrio sp MC2P5 dengan persentase tingkat kelangsungan
hidup adalah 81,66%.
No copy data
No other version available