Text
Identifikasi protozoa parasitik pada darah kerbau rawa (bubalus bubalis) di Tanjung Senai,Kabupaten Ogan Ilir,Sumatera Selatan
Kerbau rawa (Bubalus bubalis) merupakan salah satu keanekaragaman hayati
yang terdapat di daerah Tanjung Senai, Sumatera Selatan. Salah satu penyebab
menurunnya populasi kerbau adalah akibat infeksi parasit. Darah merupakan
jaringan yang mudah terinfeksi parasit. Infeksi parasit dalam darah dapat
menyebabkan gangguan pembentukan dan fungsi darah yang berdampak pada
menurunnya aktivitas, menurunnya berat badan, rendahnya daya reproduksi,
keterlambatan pertumbuhan, menurunnya daya kerja, dan dapat menyebabkan
kematian. Berdasarkan hal tersebut, penelitian tentang mengamati dan
mengidentifikasi jenis-jenis protozoa parasitik yang mungkin ditemukan pada
darah kerbau rawa di daerah Tanjung Senai sangat diperlukan. Pengamatan
terhadap parasit darah dapat menggunakan metode apusan darah sebagaimana
dirujuk pada Atmojo (2010). Protozoa parasitik diamati menggunakan mikroskop
binokuler dengan perbesaran 4 x 10 dan 10 x 10. Data ditampilkan dalam bentuk
deskripsi dari morfologi protozoa parasitik yang ditemukan pada darah
kerbau rawa. Hasil pengamatan meyakini bahwa ditemukan 1 jenis protozoa
parasitik, yang berdasarkan pengamatan morfologinya terindikasi sebagai
Trypanosoma evansi. Morfologi tubuh yang memanjang dan melengkung,
terdapat alat gerak berupa flagel pada bagian posterior, serta diperkirakan terdapat
undulating membrane merupakan indikasi spesies Trypanosoma ini. Parasit ini
hanya ditemukan pada sampel darah kerbau rawa betina variasi Lampung. Tingkat
kehadiran yang rendah (7,14%) tidak dapat diindikasikan sebagai terjangkitnya
kerbau rawa akibat penyakit yang diinfeksi oleh parasit, meskipun kehadiran
parasit ini dalam darah kerbau membuktikan bahwa terdapat cemaran lingkungan
akibat parasit tersebut.
No copy data
No other version available