Text
Perkecambahan biji tembesu (Fagraea fragrans Roxb.) dengan waktu perendaman dalam berbagai konsentrasi giberelin (ga3)
Tembesu (Fagraea fragrans Roxb.) merupakan salah satu jenis kayu andalan
yang populer di Sumatera Bagian Selatan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Permasalahan yang dihadapi dalam penyediaan bibit tembesu dengan biji adalah
dormansi biji yang disebabkan oleh kulit biji yang keras sehingga menghalangi
penyerapan oksigen dan air. Selain kulit bijinya yang keras, tembesu juga
mempunyai biji yang berukuran sangat kecil sehingga memiliki cadangan
makanan yang sedikit. Salah satu zat pengatur tumbuh yang sering digunakan
untuk memacu perkecambahan biji dorman adalah giberelin (GA3). Giberelin
merupakan hormon yang dapat mempercepat perkecambahan biji. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman dalam
berbagai konsentrasi giberelin (GA3) terhadap kecepatan berkecambah, daya
kecambah, indeks vigor dan morfologi perkecambahan biji tembesu (F.fragrans).
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi pada
pematahan dormansi biji tembesu dan diharapkan dapat diaplikasikan pada
penyediaan bibit tembesu (F.fragrans) dalam budidayanya. Penelitian ini
dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai dengan bulan Januari 2016 di
Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang
terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi GA3 (G) terdiri dari
enam taraf (G0= 0 ppm, G1=75 ppm, G2=80 ppm, G3=85 ppm, G4=90 ppm,
G5=95 ppm). Faktor kedua adalah waktu perendaman, terdiri dari tiga taraf yaitu
(T1= 30 menit, T2= 60 menit, T3= 90 menit). Tiap kombinasi perlakuan di ulang
sebanyak tiga kali. Data dianalisa dengan analisis varian (ANAVA). Jika terdapat
pengaruh yang nyata dilakukan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test
(DMRT) pada taraf α 5%. Analisis data menggunakan software SPSS 16.0.
x Universitas Sriwijaya
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa waktu perendaman yang
efektif untuk semua variabel yang diamati adalah 90 menit. Konsentrasi hormon
GA3 berpengaruh tidak nyata terhadap kecepatan berkecambah, daya kecambah,
dan indeks vigor benih tembesu. Perlakuan konsentrasi GA3 75 ppm dengan
waktu perendaman 30 menit menghasilkan daya kecambah sebesar 81,11%,
sedangkan untuk variabel kecepatan berkecambah dan indeks vigor tembesu
berpengaruh tidak nyata. Karakter fisik pada perkecambahan tembesu yang
menggunakan GA3 menghasilkan kecambah dengan epikotil yang lebih tinggi
dibandingkan kecambah tembesu tanpa menggunakan GA3 (kontrol).
No copy data
No other version available