Text
Evaluasi kesesuaian lahan budidaya tambak udang windu (penaeus monodon) berdasarkan parameter kualitas air di Desa Sungai Lumpur Kabupaten Ogan Komering Ilir
Budidaya tambak memiliki komponen serta perbedaan karakteristik biofisik dan sosial ekonomi. Kesesuaian lahan merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan kegiatan budidaya tambak di wilayah pesisir. Banyak tambak tradisional belum memanfaatkan kelebihan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam pemilihan lokasi dan pengelolaan budidaya, dimana hal tersebut penting dilakukan untuk menghindari kegagalan usaha. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk pengambilan data parameter kualitas air (pH, suhu, salinitas, oksigen terlarut, kecerahan, nitrat dan fosfat). Untuk analisis kesesuaian lahan tambak menggunakan metode scoring, parameter kualitas air masing-masing diberi bobot dan skor yang kemudian dibedakan menjadi 5 kelas kesesuaian lahan yaitu kelas S1 (Sangat Sesuai), S2 (Sesuai), S3 (Sesuai Besyarat), TS1 (Tidak Sesuai) dan TS2 (Sangat Tidak Sesuai). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lahan tambak di Desa Sungai Lumpur 100% kelas S2. Dari perhitungan persentase tersebut menunjukkan bahwa tambak di wilayah Desa Sungai Lumpur memenuhi batas minimal untuk dilakukan budidaya udang windu. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini antara lain: kondisi area tambak yang kotor, kondisi ekonomi petani tambak yang kurang memadai serta adanya parameter yang menjadi faktor pembatas yaitu oksigen terlarut dan fosfat.
No copy data
No other version available