Skripsi
ANALISIS WACANA KRITIS ISU PATRIOTISME TOKOH SEJARAH SULTAN HAMID II DALAM PEMBERITAAN PORTAL BERITA DETIK.COM
Isu patriotisme menimbulkan klaim pengkhianatan menjadi fokus dalam melihat pemberitaan Sultan Abdul Hamid II. Adanya argumentasi dari pihak setuju dan tidak setuju terhadap jasa dan semangat kebangsaan Sultan Hamid II semua terdokumentasikan dan ditulis dalam pemberitaan media massa. Dalam menganalisis data teori yang digunakan adalah model analisis wacana kritis Teun. A. Van Dijk, adapun metode penelitian yang digunaan adalah metode kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh melalui studi pustaka dan dokumentasi pemberitaan detik.com dengan menggunakan kerangka analisis teks, kognisi sosial, dan analisis sosial. Pada dimensi teks adanya penekanan kalimat yang mendiskreditkan Sultan Hamid II sebagai penkhianat terlihat dari semua aspek tematik, skematik, semantik, sintaksis, dn retoris. kognisi sosial jurnalis kurang menampilkan cover both side banyak menghadirkan kelompok kontra terhadap Sultan Hamid II dalam menyusun sebuah teks berita. aspek analisis sosial adanya praktik kekuasaan dan akses wacana yang melihat dominasi Jawa lebih besar serta pengaruhnya terhadap media massa. bukti sejarah dan ciri patriotisme membuat tidak serta merta dapat menyebut Sultan Hamid II sebagai Pengkhianat. Kata kunci : Analisis Wacana Kritis, Pemberitaan, Sultan Hamid II, Pengkhianat, Patriotisme.
| Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
|---|---|---|---|---|
| 2507006391 | T185911 | T1859112025 | Central Library (Reference) | Available but not for loan - Not for Loan |
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM NOVEL LEBIH SENYAP DARI BISIKAN (KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS). | id |