Skripsi
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24 – 59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGAYUT KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2024
Permasalahan gizi di Indonesia masih cukup berat, salah satu permasalahannya adalah stunting. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik dan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pegayut, Kabupaten Ogan Ilir. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain studi kasus kontrol. Subjek penelitian terdiri dari 36 ibu dengan balita yang mengalami stunting sebagai kelompok kasus dan 36 ibu dengan balita yang tidak mengalami stunting sebagai kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi- Square dan uji regresi logistik ganda untuk mengidentifikasi faktor risiko. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan nyata antara sarana jamban (p-value = 0,027) dengan kejadian stunting pada balita. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p-value = 0,634), sikap ibu (p-value = 0,097), dan fasilitas kesehatan (p-value = 0,341) dengan kejadian stunting. Hasil uji regresi logistik ganda menunjukkan bahwa sarana jamban merupakan faktor risiko yang dominan mempengaruhi kejadian stunting (p-value = 0,016; OR = 0,275; 95% CI = 0,103 – 0,794).Disimpulkan bahwa sarana jamban menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pegayut. Oleh karena itu, untuk mengurangi kejadian stunting, perlu dilakukan perbaikan sarana prasarana jamban dengan bekerja sama dinas PUPR membangun jamban sehat
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
2507001323 | T1645922 | T1645922024 | Central Library (REFERENCES) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available