Skripsi
ANALISIS KEKUATAN BRIKET BATUBARA NONKARBONISASI DENGAN VARIASI BINDER ATAU LAMANYA WAKTU PENGERINGAN
Pengolahan batubara menjadi briket adalah cara yang dilakukan untuk memanfaatkan batubara dengan merubah batubara yang memiliki ukuran halus menjadi berukuran lebih besar. Briket nantinya dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah yang semakin langka dan mahal. Selain kualitas kandungan dari briket yang dibuat, kualitas kekuatan briket batubara juga harus menjadi perhatian. Briket batubara yang berkekuatan baik akan mempermudah dalam proses pemanfaatannnya. Batubara sebagai bahan baku utama akan dicampurkan dengan binder yaitu singkong, gaplek tapioka dan tar batubara, variasi pencampuran yaitu sebesar 10%; 7,5%; 5%; dan 2,5%. Briket batubara akan dikeringkan selama 22 hari dan akan dilakukan pengujian kekuatan setiap dua hari. Hasil pengujian akan dibandingkan satu sama lain. Briket dengan perekat tapioka memiliki kekuatan paling tinggi pada setiap kondisi pencampuran berturut - turut 74,74 kg/cm2; 46,75 kg/cm2; 38,67 kg/cm2 dan 8,66 kg/cm2 kemudian briket dengan bahan perekat gaplek 27,99 kg/cm2; 25,11 kg/cm2; 18,76 kg/cm2 dan 6,64 kg/cm2 kemudian dengan bahan perekat singkong 12,99 kg/cm2; 8,95 kg/cm2; 4,33 kg/cm2 dan 0 kg/cm2 sedangkan dengan bahan perekat tar batubara briket belum memiliki kekuatan. Pada setiap bahan perekat semakin besar kadar bahan perekat yang digunakan semakin besar pula kekuatan yang dihasilkan briket batubara nonkarbonisasi yaitu dengan kadar 10% bahan perekat. Briket dengan kadar bahan perekat 10% lebih cepat mencapai kekuatan tertingginya. Untuk bahan perekat singkong pada hari ke 10, gaplek hari ke 16 dan tapioka hari ke 16.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
1507000014 | T143093 | T1430932014 | Central Library (References) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available