Skripsi
ANALISA DATA PRESSURE BUILDUP TEST DENGAN METODE HORNER DAN STANDING UNTUK MENGETAHUI KONDISI PRODUKTIVITAS SUMUR SGC-X PT. PERTAMINA EP ASSET 1 FIELD JAMBI
Produktivitas suatu sumur pada umumnya menurun seiring berjalannya waktu. Produktivitas suatu sumur ini biasanya dinyatakan secara grafis, yaitu dengan kurva inflow performance relationship (IPR). Apabila terjadi penurunan produksi maka perlu diketahui penyebab penurunan produksi tersebut. Penyebab penurunan produksi tersebut antara lain akibat penurunan tekanan reservoir dan perubahan kondisi formasi disekitar lubang sumur. Untuk mengidentifikasi kondisi yang menyebabkan terjadinya penurunan laju produksi tersebut, digunakan pengujian tekanan statik sumur dalam selang waktu tertentu yang dikenal sebagai Pressure Buildup (PBU) Tesi. Pressure Buildup (P BU) Tes t dilakukan dengan memproduksikan sumur selama selang waktu tertentu dengan laju alir yang konstant, kemudian menutup sumur tersebut. Penutupan sumur ini menyebabkan naiknya tekanan yang dicatat sebagai fungsi waktu. Data tersebut dianalisa dengan metode Horner dengan membuat kurva antara tekanan dasar penutupan sumur terhadap interval waktu penutupan. Hal ini dilakukan untuk menganalisa tekanan dasar sumur dan kondisi formasi disekitar lubang sumur sehingga dapat diketahui produktivitas sumur yang telah mengalami perubahan kondisi terhadap kondisi normal yang secara grajis dinyatakan dengan kurva inflow performace relationship metode Standing. Dari analisa data yang dilakukan maka dapat diketahui bahwa sumur SGC-X memiliki tekanan dasar actualflowing 800,916psi dan tekanan dasar actual static 1275,315 psi. Hasil analisa metode horner, pada kurva tekanan static penutupan terhadap waktu penutupan didapatkan tekanan reservoir awal 1560 psi. Sehingga terjadi penurunan tekanan dasar sumur SGC-X pada saai ini. Kondisi formasi disekitar lubang sumur juga telah mengalami kerusakan, hal ini dilihat dari hasil faktor kerusakan / skin (S) adalah sebesar 3,01783 ( S = +). maka menurut analisa metode Horner terjadi indikasi kerusakan formasi (formalion damage). Hasil perhitungan ejfisiensi aliran (FE) actual sumur SGC-Xyaitu sebesar 0,5504. Ejfiisiensi aliran (FE) actual tersebut berada dibawah kondisi normal (FE = l). Ejfisiensi aliran (FE) ini menurun karena adanya skin yang menyebabkan penurunan tekanan disekitar lubang sumur. Berdasarkan analisa kurva injlow performance relationship (IPR) metode Standing sumur SGC-X, laju produksi fluida maksimal pada kondisi ideal, FE = l adalah 177,186 bfpd, sedangkan laju produksi fluida maksimal pada kondisi aktual, FE = 0,5504 adalah 132,60 bfpd. Perbedaan laju alir fluida produksi minyak ini disebabkan karena efisiensi aliran dibawah kondisi normal yang ditandai dengan nilai skin yang berharga positif.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
1407000780 | T141208 | T1412082014 | Central Library (Reference) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available