Skripsi
KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L.) FASE PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN DINAMIKA POPULASI GULMAMA DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan takaran pupuk NPK organik dan
pupuk dasar kotoran ayam yang tepat terhadap karakter morfologi tanaman pepaya
{Carica papaya L.) pada fase vegetatif. Penelitian ini dilaksanakan di kebun rakyat
Desa Sukasari Kecamatan Talang Kelapa, Kota Palembang, Sumatera Selatan pada
bulan November 2012 sampai dengan April 2013.
Penelitian ini dilaksanakan di desa Sukasari Kecamatan Sukarami,
Palembang. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan November 2012
sampai April 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)
dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan A (Pupuk NPK Anorganik
300 g + pupuk organik kotoran ayam 20 kg per tanaman), B (Pupuk NPK Organik
300 g per tanaman), C (Pupuk NPK organik 150 g + pupuk organik kotoran ayam 20
kg per tanaman), D (Pupuk NPK organik 200 g + pupuk organik kotoran ayam 20 kg
per tanaman), E (Pupuk NPK organik 250 g + pupuk organik kotoran ayam 20 kg per
tanaman), F (Pupuk NPK organik 300 g + pupuk organik kotoran ayam 20 kg per
tanaman).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh pemberian pupuk dasar
kotoran ayam dan pupuk NPK organik berpengaruh tidak nyata terhadap semua
peubah. Pemberian pupuk NPK organik 150 g + Pupuk organik kotoran ayam 20 kg
per tanaman cenderung memberikan hasil yang terbaik bagi karakter morfologi
tanaman pepaya pada fase vegetatifdibandingkan dengan pemberian dan pupuk NPK
Anorganik 300 g + pupuk organik kotoran ayam 20 kg per tanaman. Hasil analisis
vegetasi sebelum pengelolaan tanah ditemukan 14 spesies gulma yang terdiri dari 11
spesies gulma dari golongan berdaun lebar, 2 spesies gulma dari golongan
rerumputan, dan 1 spesies gulma dari golongan teki-tekian. Adanya dinamika
populasi gulma selama masa pemberian pemupukan pada perlakuan A,B,D dan E
yang memiliki nilai SDR tertinggi yaitu Cynodon dactylon L. secara berurut 42,9%,
42,8%, 27,9%, dan 15,5%, sedangkan perlakuan C, gulma yang memiliki nilai SDR
tertinggi yaitu Amaranthus spinosus 20,5% dan perlakuan F, Borreria latifolia
39,2%, masing-masing perlakuan mengalami kenaikan nilai SDR dibandingkan
dengan nilai SDR gulma sebelum pengolahan.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
1307002325 | T141820 | T1418202013 | Central Library (Reference) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available