Skripsi
ANALISA DAMPAK AMBRUKAN TAMBANG GRASBERG BLOCK CAVING (GBC) TERHADAP ALIRAN AIR DRIFT AMOLE PT. FREEPORT INDONESIA, PAPUA
Drift Amole merupakan bagian dari sistem penirisan tambang terbuka Grasberg. Tujuan pembuatannya ialah untuk mengurangi air yang tergenang dalam pit Grasberg sehingga proses penambangan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, air yang mengalir pada drift ini juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air dalam proses pengolahan bijih di unit pengolahan. Sistim penyaliran pada drift Amole ini diprediksi akan mengalami kerusakan akibat adanya amburkan pada tambang bawah tanah Grasberg Block Caving. Tambang bawah tanah block caving adalah salah satu metode penambangan bawah tanah di mana massa atau blok dari bijih yang diambil dengan cara melakukan pemotongan atau pelepasan di level undercut untuk menghasilkan ambrukan (caving). Dampak penggunaan metode ini ialah terjadinya amblasan permukaan tanah (subsindence). Setiap kegiatan penarikan material hancuran (mucking) dari tiap drawpoint tambang GBC akan menambah tinggi terbentuknya gua ambrukan. Tinggi gua ambrukan ini suatu saat akan mencapai level drift Amole. Data kecepatan penarikan material dan cave ratio dapat digunakan untuk mengetahui lama umur produksi drawpoint tambang GBC membentuk gua ambrukan yang mencapai drift Amole. Tinggi penarikan material hancuran disebut sebagai tinggi HOD (Heigh of Draw). Nilai tinggi HOD ini menunjukkan batas tinggi gua ambrukan (cave back). Bagian dari drift Amole yang hancur akibat ambrukan akan mengurangi debit air yang mengalir pada drift tersebut. Perhitungan debit rata-rata pada beberapa bagian dari drift Amole perlu dilakukan untuk mengetahui perkiraan debit yang berkurang dari drift Amole. Perhitungan debit air yang mengalir pada drift Amole dilakukan dengan menggunakan alat Piezometer dan VW MiniLogger. Selain itu, pada beberapa titik tertentu dilakukan perhitungan debit air dengan cara menghitung kecepatan arus menggunakan pelampung pada aliran air. Dari hasil pengamatan didapat prediksi total debit air yang mengalir pada portal drift Amole sebanyak 31.241 gpm, dimana 6.851 gpm berasal dari air limpasan tambang terbuka Grasberg. Ambrukan pada tambang GBC mulai tebentuk pada kuarter ke dua tahun 2017 dengan jumlah drawpoint sebanyak 98 drawpoint pada blok produksi dan 100 drawpoint pada blok produksi selatan. Tinggi ambrukan pada tahun pertama, kedua hingga kelima berturut-turut yaitu 58 meter, 124 meter, 189 meter, 270 meter, 323 meter. Ambrukan GBC menembus drift Amole pada tahun 2020 dan menyebabkan berkurangnya debit air pada drift ini sebanyak 3053 gpm. Total debit air yang akan berkurang akibat tambang ini sebanyak 8.461 gpm.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
1307001250 | T143035 | T1430352013 | Central Library (Reference) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available