Skripsi
HUBUNGAN KADAR 25(OH)D, KADAR IL-10 DAN EKSPRESI GEN HBD-2 TERHADAP KEPARAHAN PENYAKIT SKABIES
Skabies adalah penyakit kulit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Respons imun skabies melibatkan IL-10 dan ekspresi gen HBD-2, yang dimodulasi oleh 25(OH)D (vitamin D). Santri berisiko mengalami defisiensi vitamin D karena aktivitasnya banyak dalam ruangan, berpakaian tertutup dan konsumsi rendah vitamin D. Rendahnya kadar 25(OH)D dapat memengaruhi keparahan skabies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar 25(OH)D, IL-10 dan ekspresi gen HBD-2 terhadap keparahan skabies. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Al Ittifaqiah, Inderalaya pada bulan Oktober 2023 hingga April 2024, dengan populasi berjumlah 2.641 santri mukim. Diagnosis klinis skabies ditegakkan oleh dermatologis. Penelitian kasus kontrol ini menyertakan penderita skabies parah dan ringan, yang ditentukan berdasarkan jumlah regio lesi. Sampel berupa material di sekitar lesi dan darah penderita skabies. Material lesi diambil menggunakan tape stripping dan ekspresi gen HBD-2 diperiksa dengan qRT PCR. Sampel darah diperiksa kadar 25(OH)D dan IL-10 dengan ELISA. Karakteristik sosiodemografi, lesi, personal hygiene dan kondisi lingkungan dicatat. Terdapat 66 sampel yang masing-masing terdiri atas 33 sampel dengan keparahan skabies berat dan ringan. Uji chi-square menunjukkan hubungan antara lama keluhan (p=0,042), personal hygiene (p=0,003) dan kadar IL-10 (0,0049) dengan keparahan skabies. Uji regresi logistik menunjukkan hubungan antara usia (p=0,037), lama keluhan (0,012), personal hygiene (0,014) dan kadar IL-10 (0,013) dengan keparahan skabies. Analisis jalur menunjukkan pengaruh kadar 25(OH)D terhadap kadar IL-10 (p=0,028) dan ekspresi gen HBD-2 (p
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
2507000243 | T163622 | T1636222024 | Central Library (REFERENCES) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available