Text
PENGARUH MODEL HOT-FIT TERHADAP PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN PERIZINAN (SIPPERI) PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KOTA PALEMBANG
Pelayanan publik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, dan pemerintah memiliki peran penting dalam menyediakan layanan berkualitas. Salah satu inovasi di Kota Palembang adalah Sistem Informasi Pelayanan Perizinan (SIPPERI), yang dikembangkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses perizinan. Namun, implementasi SIPPERI menghadapi beberapa masalah, seperti rendahnya pemahaman dan adopsi sistem oleh pengguna serta kurang optimalnya integrasi antara teknologi, organisasi, dan manusia. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode HOT-FIT untuk mengevaluasi efektivitas sistem secara holistik, mencakup aspek manusia, organisasi, dan teknologi. Metode ini memastikan bahwa SIPPERI tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga memenuhi kebutuhan pengguna dan mendukung tujuan organisasi. Dengan HOT-FIT, dapat dinilai sejauh mana SIPPERI mendukung efisiensi pelayanan publik melalui keandalan teknologi, kepuasan pengguna, dan kesesuaian dengan proses organisasi. Pendekatan ini relevan dan berbasis teori yang valid, sehingga hasil evaluasi dapat menjadi dasar perbaikan yang strategis. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan 113 sampel, dianalisis dengan teknik PLS-SEM melalui software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Human, Organization, dan Technology (HOT) secara signifikan memengaruhi Net-Benefit (FIT) dengan pengaruh sebesar 80,9%.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
2507000196 | T164607 | T1646072025 | Central Library (Reference) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available