Skripsi
HUBUNGAN RESTORATIVE JUSTICE DENGAN DALIHAN NA TOLU DALAM HUKUM ADAT BATAK TOBA SEBAGAI PENYELESAIAN PERKARA TINDAK PIDANA.
Skripsi ini berjudul: Hubungan Restorative Justice dengan Dalihan Na Tolu Dalam Hukum Adat Batak Toba Sebagai Penyelesaian Perkara Tindak Pidana. Hukum Pidana di Indonesia berpedoman terhadap nestapa/ sanksi yang dianggap oleh masyarakat Indonesia tidak sesuai dengan Pancasila. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini yaitu: Bagaimana implementasi konsep dalihan na tolu dalam menyelesaikan perkara tindak pidana dalam masyarakat Batak Toba? Bagaimana hubungan konsep restorative justice dengan konsep dalihan na tolu dalam hukum adat Batak Toba sebagai penyelesaian perkara tindak pidana? Penelitian ini merupakan penelitian normatif didukung data empiris, dengan menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi konsep dalihan na tolu dapat menyelesaikan perkara tindak pidana seperti kekerasan dalam rumah tangga, perkelahian, pencurian ringan, perzinahan, melarikan anak gadis untuk dinikahi, menghasut orang untuk melakukan tindak pidana, dan penghinaan. Melalui penulisan ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara restorative justice dengan dalihan na tolu yaitu keduanya memiliki tujuan yang sama untuk memulihkan keadaan semula yang terganggu akibat adanya tindak pidana serta penyelesaian perkara dengan cara mendamaikan pihak korban dan pihak pelaku serta pihak-pihak yang terlibat. Selain itu restorative justice dengan dalihan na tolu mengutamakan musyawarah, maka dari itu restorative justice dapat diterapkan dalam hukum pidana Indonesia melalui aspek hukum adat Batak Toba dengan konsep dalihan na tolu.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
2307002052 | T106944 | T1069442023 | Central Library (Referens) | Available |
No other version available