Text
Uji imunostimulator ekstrak etanol bunga biduri (calotropis giggantea L.) terhadap jumlah sel T CD4, total leukosit, dan makroskopis limpa tikus putih jantan
Bunga biduri (Calotropis gigantea L.) memiliki kandungan flavonoid dan polifenol
yang cukup tinggi, sehingga dapat berperan sebagai imunostimulator. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat efek imunostimulator ekstrak etanol bunga biduri pada tikus
putih yang diinduksi bakteri Salmonella typhimurium. Tikus putih jantan galur
Wistar dibagi menjadi enam kelompok perlakuan yaitu kontrol perlakuan, kontrol
negatif, kontrol positif, dan kelompok perlakuan ekstrak etanol bunga biduri dengan
dosis terapi masing-masing yaitu 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB,
pada hari ke-6 hewan uji diinduksi bakteri S. typhimurium dosis 0,5 mL x 105
CFU/mL untuk melihat reaksi sistem imun. Parameter yang diamati adalah jumlah
sel TCD4, total leukosit, dan makroskopis organ limpa. Hasil pengamatan
menunjukkan terdapat peningkatan total leukosit akibat adanya infeksi yang
berbanding lurus dengan peningkatan jumlah sel T CD4 terjadi pada kelompok
perlakuan ekstrak. Semakin besar dosis pemberian ekstrak etanol bunga biduri
semakin tinggi pula peningkatan total leukosit dan jumlah sel T CD4. Penggunaan
ekstrak etanol dengan dosis tertinggi dapat menyebabkan splenomegaly. Hasil
penelitian ini membuktikan ekstrak etanol bunga biduri memiliki efek
imunostimulator yang tidak menyebabkan splenomegaly pada dosis 200 – 400
mg/kgBB.
No copy data
No other version available