Skripsi
FENOMENA GEGAR BUDAYA (CULTURE SHOCK) PADA MAHASISWA ASAL PAPUA DI UNIVERSITAS SRIWIJAYA KAMPUS INDRALAYA KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
Gegar Budaya (Culture Shock) adalah reaksi individu pada lingkungan baru yang belum dikenalnya sehingga menimbulkan reaksi awal berupa cemas akibat kehilangan nilai yang dikenalnya di lingkungan lama. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis fenomena Gegar Budaya (Culture Shock) yang dialami mahasiswa asal Papua di Universitas Sriwijaya kampus Indralaya. Teori yang dapat membantu menjawab permasalahan penelitian ialah menggunakan Teori Culture Shock oleh Ward (2001) yang menjelaskan mengenai dimensi affective, behavior, dan cognitive. Metode penelitian dalam penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan strategi penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah sebelas informan, yang terdiri dari sepuluh informan utama, dan satu informan pendukung. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa saat pertama kali datang ke Indralaya Mahasiswa Papua mengalami Gegar Budaya (Culture Shock). Perbedaan bahasa, lingkungan, cuaca, makanan dan keunikan fisik yang dimiliki Mahasiswa Papua menjadi penyebab mereka mengalami Gegar Budaya (Culture Shock) saat pertama kali datang ke Indralaya. Dalam upaya mengatasi Gegar Budaya (Culture Shock), Mahasiswa Papua berinteraksi dengan mahasiswa dari luar Papua secara aktif dengan melakukan kegiatan bersama,-sama, seperti bermain futsal, berbincang, dan mengikuti organisasi kampus.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
2307005622 | T117174 | T1171742023 | Central Library (Referens) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available