Skripsi
ANALISIS GERUSAN DI HILIR BENDUNG TIPE VLUGHTER (UJI MODEL DI LABORATORIUM)
Aliran yang terjadi pada suatu sungai seringkali diiringi dengan peristiwa gerusan dan endapan sedimen. Gerusan adalah fenomena alam yang disebabkan oleh aliran air yang biasanya terjadi pada dasar sungai. Gerusan biasanya terjadi sebagai bagian dari perubahan morfologi sungai dan perubahan akibat bangunan manusia.” (Breusers & Raudkivi, 1991). Pada hilir bendung, khususnya kolam olak, terdapat suatu kejadian yang dinamakan loncatan hidraulik hal itu terjadi karena adanya perubahan aliran dari superkritik menjadi subkritik(Jaji Abdurrosyid, 2005). Untuk menangani bahaya penggerusan tersebut perlu adanya kajian laboratorium mengenai gerusan di hilir bendung dengan tipe kolam olak Vlughter. Dalam penelitian gerusan di laboratorium digunakan 2 pemodelan kolam olak tipe vlughter dengan dimensi yang berbeda untuk mendapatkan perbandingan dimensi kolam olak tipe vlughter yang lebih efektif untuk digunakan. Pengambilan data gerusan dilakukan 3 kali pengaliran dengan variasi debit pada masing-masing bendung. Pada bendung pertama debit yang digunakan yaitu 2975x10'3m3/s, 1,7515x10'3m3/s, dan 2,097x10" 3m3/s. Pada bendung kedua debit yang digunakan yaitu 1,3025x10"3m3/s, 1,782x10' m /s, dan 2,099x10 m /s. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan bahwa besarnya gerusan dipengaruhi panjang dan dalamnya loncatan hidraulik. Loncatan hidraulik yang terjadi menyebabkan terjadinya gerusan pada hilir bendung.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
1407003406 | T129605 | T1296052014 | Central Library (REFERENCES) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available