Skripsi
PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK KARET BAN LUAR BEKAS 9% DAN 17,5% TERHADAP CAMPURAN ASPAL PEN. 60/70 DENGAN MODEL PENCAMPURAN ATB MELALUI PENGUJIAN MARSHALL DAN CANTABRO SCATTERING LOSS
Aspal merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat duperbaharui, sehingga apabila digunakan secara terus menerus, pada suatu saat nanti persediaannya akan habis. Selain itu harga aspal relatif mahal, walaupun aspal hanya merupakan komponen kecil dalam konstruksi perkerasan jalan. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mencari bahan alternatif lain yang digunakan sebagai pengganti sebagian aspal dalam campuran. Dalam penelitian ini penulis menggunakan limbah ban luar bekas yang merupakan limbah anorganik yang tidak dapat diuraikan oleh mikro organisme di dalam tanah. Limbah ini kemudian diolah menjadi serbuk karet ban luar bekas agar lebih mudah menyatu dengan aspal. Serbuk karet ban l;uar bekas yang dicampurkan dengan aspal keras pen. 60/70 sebanyak 9% dan 17,5% dari berat total aspal. Pengujian-pengujian yang dilakukan di laboratorium meliputi pengujian agregat, pengujian aspal yang telah ditambahkan serbuk karet, dan pengujian campuran. Dari pengujian aspal diperoleh data titik lembek, titik bakar, titik nyala dan berat jenis aspal campuran karet mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan aspal normal. Dari pengujian terhadap campuran aspal dengan Marshall dan Cantabro Scattering Loss diperoleh data stabilitas, Marshall Quotient, VMA dan VIM mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan campuran aspal normal pen. 60/70. Hasil penelitian di Laboratorium Dinas PU Bina Marga menunjukkan bahwa penggunaan serbuk karet ban luar bekas dengan kadar 9% dan 17,5% telah memenuhi spesifikasi Bina Marga dan layak digunakan sebagai bahan alternatif pengganti sebagian aspal dalam konstruksi perkerasan jalan.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
0507000669 | T128308 | T1283082005 | Central Library (REFERENCES) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available