Skripsi
RASIONALITAS PENGGUNAAN AMLODIPIN PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SUKARAMI PALEMBANG PERIODE 1 JULI 2020-30 DESEMBER 2020.
Latar Belakang: Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. WHO melaporkan penderita hipertensi telah menyentuh angka 1,13 miliar orang, dan akan terus meningkat setiap tahunnya, yang akan berdampak pada peningkatan pengobatan hipertensi, sehingga diperlukan pengobatan yang rasional untuk memberikan kontrol tekanan darah yang optimal dan mencegah komplikasi dari hipertensi. Obat dari golongan calcium channel blocker yaitu amlodipin menjadi terapi hipertensi lini pertama yang di rekomendasikan JNC VIII. Amlodipin telah banyak digunakan sebagai terapi hipertensi didunia maupun di Indonesia berdasarkan data dari penelitian penggunaan obat antihipertensi sebelumnya. Pada fasilitas kesehatan primer di kota Palembang khususnya di Puskesmas Sukarami masih belum ada data yang menunjukkan rasionalitas penggunaan amlodipin, oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat amlodipin pada pasien hipertensi di Puskesmas Sukarami Palembang periode 1 Juli 2020-30 Desember 2020. Metode: Penelitian deskriptif tentang rasionalitas penggunaan obat amlodipin telah dilakukan di Puskesmas Sukarami Palembang dengan data yang diteliti sebanyak 97 rekam medis pasien yang memenuhi kriteri inklusi dan eksklusi. Seluruh data akan dianalisis menggunakan SPSS v24. Hasil: Pada penelitian ini, karakteristik responden yang paling banyak menggunakan obat amlodipin terdapat pada kelompok umur 55-64 (42.3%), dilanjutkan dengan jenis kelamin perempuan (72.2%), dilanjutkan dengan pendidikan SMA (31%), dilanjutkan dengan pekerjaan ibu rumah tangga (55.7%), dilanjutkan dengan jenis terapi kombinasi (97.9%), dan jumlah obat per resep sebanyak 3 obat (58%). Penggunaan amlodipin yang rasional berdasarkan tepat dosis (100%), tepat frekuensi pemberian obat (100%), tepat lama pemberian obat (100%), tepat cara pemberian obat (100%), namun pada penelitian ini ditemukan interaksi antara obat amlodipin dan obat lain yang paling banyak adalah interaksi antagonis yaitu sebesar 70%. Kesimpulan: Penggunaan amlodipin yang rasional berdasarkan tepat dosis (100%), tepat frekuensi pemberian obat (100%), tepat lama pemberian obat (100%), tepat cara pemberian obat (100%), namun pada penelitian ini ditemukan interaksi antara obat amlodipin dan obat lain yang paling banyak adalah interaksi antagonis yaitu sebesar 70%. Kata Kunci: rasionalitas penggunaan obat, amlodipin, hipertensi
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
2207000082 | T62400 | T624002022 | Central Library (Referens) | Available |
No other version available