Skripsi
RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT KOMBINASI METFORMIN DAN GLIMEPIRIDE PADA PASIEN DM TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUP DR. MOH. HOESIN PALEMBANG PERIODE 1 JUNI 2020 – 30 JUNI 2021.
Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak bisa lagi menggunakan insulin yang dihasilkan pankreas secara efektif. Indonesia berada di peringkat ketujuh dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak di dunia yaitu sebanyak 10,7 juta penderita. Keberhasilan terapi untuk pasien tidak terlepas dari pemilihan obat yang tepat. Glimepriride merupakan obat anti hiperglikemik golongan sulfonilurea kerja obat golongan ini adalah merangsang sekresi insulin dari sel beta pankreas. Metformin adalah agen antihiperglikemik yang meningkatkan toleransi glukosa, menurunkan glukosa plasma basal dan postprandial. Beberapa penelitian menyatakan bahwa penggunaan kombinasi obat metformin dan glimepiride merupakan terapi kombinasi yang cukup efektif. Oleh karena masih cukup sulit dan jarang ditemukan data mengenai rasionalitas penggunaan obat antidiabetes kombinasi metformin dan glimepiride di Indonesia khususnya untuk di Kota Palembang. Maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat antidiabetes kombinasi metformin dan glimepiride pada pasien diabetes melitus tipe 2 khususnya untuk pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Kota Palembang. Metode: Penelitian mengenai rasionalitas penggunaan obat telah dilakukandi RSUP dr. Moh. Hoesin Palembang dengan data yang dikajikan sebanyak 33 data rekam medik pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Semua data tersebut dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS v26. Hasil: Pada penelitian ini, karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 yang menggunakan obat kombinasi metformin dan glimepiride terbanyak adalah dari kelompok umur 56–65 tahun (42,4%), berjenis kelamin perempuan (57,6%). Pasien diabetes melitus tipe 2 yang menggunakan obat kombinasi metformin dan glimepiride berdasarkan kriteria tepat indikasi (100%), tepat dosis (100%), tepat frekuensi pemberian (100%), tepat cara pemberian, tepat lama pemberian (87,9%), (100%), dan tepat interaksi obat (94%). Kesimpulan: Rasionalitas penggunaan kombinasi obat metformin dan glimepiride berdasarkan kriteria tepat indikasi (100%), tepat dosis (100%), tepat frekuensi pemberian (100%), tepat cara pemberian, tepat lama pemberian (87,9%), (100%), dan tepat interaksi obat (94%). Kata Kunci: rasionalitas obat, metformin, glimepiride, diabetes melitus tipe 2.
| Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
|---|---|---|---|---|
| 2207004893 | T83169 | T831692022 | Central Library (Referens) | Available |
No other version available