Skripsi
MUTU FISIK DAN KIMIA BERAS PADA BERBAGAI VARIETAS PADI DAN CARA PENGGILINGAN
Varietas beras dan cara penggilingan merupakan faktor yang penting mempengaruhi mutu fisik dan kimia beras. Mutu fisik dan kimia beras dapat meningkat sesuai dengan varietas padi dan tipe penggilingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas padi dan cara penggilingan gabah terhadap mutu fisik dan kimia beras dan mutu tanak yang dihasilkan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari varietas pegagan, IR-42 dan IR-64 yang telah dikeringkan sampai kadar air 12 sampai 14 % basis basah. Peralatan yang digunakan adalah 1) penggilingan padi tipe single pass, 2) penggilingan padi tipe double pas, 3) indented plate, 4) ayakan standar BULOG, 5)pinset, 6) kantong plastik dan 7) alat-alat analisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua varietas termasuk jenis padi dengan ukuran sangat panjang. Persentase rendemen beras giling yang paling tinggi (67,62 %) dari varietas pegagan untuk penggilingan tipe single pass, sedangkan yang paling rendah (48,57 %) dari varietas IR-64 untuk penggilingan tipe double pass. Persentase beras kepala yang paling tinggi (64,53 %) dari varietas IR-42 untuk penggilingan tipe double pass, sedangkan yang paling rendah (33,40 %) dari varietas IR-64 untuk penggilingan tipe single pass. Persentase beras patah yang paling tinggi (58,43 %) dari varietas pegagan untuk penggilingan tipe double pass, sedangkan yang paling rendah (31,93 %) dari varietas IR-42 untuk penggilingan tipe double Persentase menir yang paling tinggi (7,83 %) dari varietas IR-64 untuk penggilingan tipe single pass, sedangkan yang paling rendah (3,33 %) dari varietas IR-42 untuk penggilingan tipe double pass. Persentase kotoran yang paling tinggi (0,52 %) dari varietas IR-64 untuk penggilingan tipe single pass, sedangkan yang paling rendah (0,05 %) dari varietas IR-42 untuk penggilingan tipe double pass. Kadar air yang paling tinggi (13,06 %) dari varietas pegagan, sedangkan yang paling pass. rendah (12,92 %) dari varietas IR-64. Kadar amilosa yang paling tinggi (28,50 %) dari varietas IR-42 untuk penggilingan tipe double pass, sedangkan yang paling rendah (20,32 %) dari varietas IR-64 untuk penggilingan tipe single pass. Kadar pati yang paling tinggi (73,39 %) dari varietas IR-64 untuk penggilingan tipe double pass, sedangkan yang paling rendah (69,61 %) dari varietas IR-42 untuk penggilingan tipe single pass. Kadar amilopektin yang paling tinggi (51,32 %) dari varietas pegagan untuk penggilingan tipe double pass, sedangkan yang paling rendah (42,29 %) dari varietas IR-42 untuk penggilingan tipe single pass. Absorpsi air yang paling tinggi (53,94 %) adalah varietas IR-42 untuk penggilingan tipe double pass, dan yang paling rendah (33,61 %) adalah pegagan untuk penggilingan tipe single pass. Waktu pemasakan nasi yang paling lama (22,13 menit) adalah varietas Pegagan untuk penggilingan tipe single pass, sedangkan yang paling cepat (15,97 menit) adalah IR-42 adalah varietas IR-42 untuk penggilingan tipe double pass.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
0707000960 | T89923 | T899232007 | Central Library (Referens) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available