The Sriwijaya University Library

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Login
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of TANAH AIRKU MELAYU: SEBUAH KUMPULAN PUISI

Text

TANAH AIRKU MELAYU: SEBUAH KUMPULAN PUISI

Jabbar, Fakhrunnas Ma - Personal Name;

Penilaian

0,0

dari 5
Penilaian anda saat ini :  

Di dalam karya sastra yang berpijak pada budaya Melayu, entah itu berbentuk puisi maupun prosa, tercakup kompleksitas tata nilai yang terejawantahkan melalui norma hidup, etika, pandangan dunia, tradisi, atau gambaran dunia tertentu yang diandaikan. Dengan kata lain, sastra berusaha berbicara tentang tingkah laku manusia dan kebudayaan yang dihayati pengarangnya.rnSeperti terlihat dalam Tanah Airku Melayu; Sebuah Kumpulan Puisi karya Fakhrunnas MA Jabbar ini, manusia disorot sebagai makhluk sosial dan sekaligus makhluk kebudayaan. Tak mengherankan jika sastra disebut cermin masyarakat, dan cermin zaman, yang secara antropologis merepresentasikan usaha manusia menjawab tantangan hidup dalam suatu masa dan dalam suatu konteks sejarah. Kenyataan demikian akan tampak semakin penting jika karya sastra yang hadir dapat dinikmati oleh anggota masyarakat secara lebih meluas dan ekstensif.rnBagai untaian batu mulia seni rupa yang memukau, puisi-puisi yang termaktub dalam buku ini membentangkan tumpukan lapis panorama yang kompleks dan kisah lanskap bersudut kebudayaan Melayu. Membacanya adalah memaknainya dalam-dalam sampai pada suatu tahap tertentu tidak mampu lagi membayangkan apa pun, kecuali laut, pohon, hutan, deru angin, dan suara orang-orang Melayu yang ada di perantauan.rnPandangan ini tidak berlebihan karena buku yang memuat himpunan puisi sebanyak seratus buah, yang sebelumnya pernah diterbitkan di pelbagai media massa dalam rentang waktu 1970-2008, ini memang sarat dengan keindahan. Bukan sekadar menawarkan tamasya kata-kata, tetapi juga membawa pembacanya untuk berkelana memahami filosofi masyarakat Melayu. Sebagian kecenderungan puisi-puisi Fakhrunnas dalam antologi ini memperlihatkan betapa tradisi lirik dalam puisi di Tanah Melayu modern masih bertahan dan berjalan, yang seakan menunjukkan bahwa bermain-main dalam puisi adalah sebentuk kebajikan tersendiri yang tetap menyegarkan.rnHal ini tidak aneh. Karena Melayu memang dikenal sebagai daerah selaksa pantun dan puisi. Bahkan, dapat dikatakan, puisi yang dihasilkan etnis Melayu diperkirakan jumlahnya lebih banyak daripada gabungan seluruh puisi yang ditulis etnis-etnis lain di Indonesia, karena kedudukan puisi dalam perkembangan budaya Melayu bukan sekadar menjadi bahasa ungkap, pepatah, atau syair lagu, tetapi juga simbol-simbol masyarakat Melayu. Itulah sebabnya, buku antologi puisi karya Fakhrunnas MA Jabbar ini bukan sekadar menyajikan keindahan alam Melayu Riau sebagai metafora dalam susunan kata-kata, tetapi juga menceritakan tentang perjalanan kebudayaan dan kerinduan kepada kampung halaman, sebagai cermin kehidupan masyarakat Melayu yang terjadi pada masa kekinian.rnProf. A. Teeuw (1994) pernah mengatakan bahwa puisi tak akan pernah tercipta dalam suasana kosong. Artinya, puisi akan senantiasa diwarnai oleh visi, persepsi, dan obsesi penyairnya dalam memandang kehidupan. Penyair bebas memilih gaya pengucapan sesuai dengan kepekaan intuitifnya. Oleh karena itu, meskipun objeknya sama, namun jika ditulis oleh penyair yang berbeda akan menghasilkan gaya ucap puisi yang berbeda pula. Dengan kata lain, membaca puisi sama halnya dengan membaca kehidupan pribadi pengarangnya, membaca pandangan hidupnya, membaca falsafah hidup yang dianutnya, atau bahkan membaca tanah kelahirannya. Membaca puisi-puisi dalam antologi ini setidaknya kita akan dihadapkan pada keadaan semacam itu.rnOleh karena itu, jika sastra dipercaya merupakan potret sosial yang mengusung ruh kebudayaan masyarakatnya, maka boleh jadi kumpulan puisi karya Fakhrunnas ini merepresentasikan kebalau kegelisahan masyarakat Melayu masa kini. Dalam menulis karya ini, Fakhrunnas seakan berada di tengah kehidupan yang tak dapat melepaskan diri dari tradisi, mitos-mitos masa lalu, dan cengkeraman sejarah puak Melayu di satu pihak, dan di pihak lain, ia juga menyadari kondisi masyarakat Melayu masa kini yang tak dapat menahan modernitas. Dengan demikian, kumpulan puisi ini juga seperti mewartakan sebuah potret masyarakat Melayu ketika tradisi masa lalu ditinggalkan setengah hati. Hal yang sama terjadi juga dalam penerimaan masyarakat Melayu terhadap modernitas. Maka, sebagai sebuah potret kultural, karya Fakhrunnas ini sesungguhnya merupakan representasi terjadinya perubahan sosial sebagai konsekuensi adanya perkembangan zaman.


Availability
Inventory Code Barcode Call Number Location Status
1701001062B69554S811 Jab t 2015Central Library (CIRCULATION)Available
1701001063B69555S811 Jab t 2015Central Library (CIRCULATION)Available but not for loan - Recorded
Detail Information
Series Title
-
Call Number
811 Jab t
Publisher
Yogyakarta : Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu., 2015
Collation
xv, 153 hlm. : ilus. ; 19 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
979-9246-98-9
Classification
811
Content Type
Text
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
1
Subject(s)
Puisi-Melayu-Indonesia
Specific Detail Info
cet.2
Statement of Responsibility
LIPI
Other version/related

No other version available

File Attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

The Sriwijaya University Library
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2025 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search