Skripsi
ANGKA KEJADIAN PENDERITA GLAUKOMA PRIMER DAN PENATALAKSANAANNYA DI DEPARTEMEN MATA RUMAH SAKIT MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG PERIODE JANUARI – DESEMBER 2005
Glaukoma merupakan salah satu penyakit mata yang ditandai dengan neuropati saraf optik dan defek lapangan pandang yang biasanya disebabkan oleh peningkatan tekanan intraokuler. Glaukoma diklasifikasikan menjadi tiga tipe, yaitu glaukoma primer, glaukoma sekunder dan glaukoma kongenital. Glaukoma primer dibedakan menjadi glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup yang akan dibahas di dalam penelitian ini. Beberapa faktor yang refraksi, penyakit sistemik dan riwayat dalam keluarga. Penatalaksanaan terhadap glaukoma dapat dilakukan dengan terapi medikamentosa dan pembedahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian penderita glaukoma primer dan penatalaksanaannya di Departemen Mata Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang periode Januari - Desember 2005, juga untuk mengetahui faktor risiko dan tekanan intraokuler yang dimiliki penderita. Penelitian ini berupa serial kasus yang menggunakan data sekunder yang diperoleh dari status rekam medik RSMH Palembang. Pengambilan data sampel dilakukan secara purposif dengan mengikutsertakan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Dari hasil penelitian diketahui angka kejadian penderita glaukoma, glaukoma primer, glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup secara berturut-turut yaitu 31,48%; 6,08%; 1,75%; dan 1,37%. Pada penelitian ini, dari 41 orang sampel didapatkan bahwa rentang umur 60 -69 tahun merupakan kelompok umur yang terbanyak menderita glaukoma primer. Jenis kelamin perempuan lebih banyak dibanding laki-laki walaupun perbedaannya tidak terlalu menyolok. Kelainan refraksi yang banyak diderita adalah hipermetropia. Penyakit sistemik yang paling banyak diderita adalah hipertensi. Riwayat dalam keluarga sebagian besar tidak dipunyai penderita. Jenis penatalaksanaan terbanyak yang dilakukan adalah pembedahan dengan teknik trabekulektomi dan iridektomi. Tekanan intraokuler sebelum penatalaksanaan yang terbanyak yaitu > 21 mm H g sedangkan setelah penatalaksanaan yaitu < 21 mmHg. Terjadi penurunan tekanan intraokuler sebanyak 12,24 mmHg pada glaukoma sudut terbuka dan 30,97 mmHg pada glaukoma sudut tertutup. Dengan memperhatikan hasil penelitian, disarankan untuk memberikan informasi yang memadai kepada masyarakat mengenai gejala, penatalaksanaan dan akibat dari glaukoma sehingga penyakit ini bisa didiagnosis secara dini. Dengan demikian diharapkan angka kejadian glaukoma akan menurun.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
0607001132 | T79466 | T794662006 | Central Library (Referens) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available