Skripsi
PENGARUH BERBAGAI MEDIA ATRAKTAN TERFERMENTASI TERHADAP JUMLAH PASANGAN KAWIN, BOBOT TELUR DAN LAMA HIDUP LALAT TENTARA HITAM (Hermetia illucens L.)
Lalat tentara hitam (Hermetia illucens L.) merupakan kelompok insekta dalam ordo Diptera, Famili Stratiomyidae. Stadia larva dapat dijadikan sebagai biokonversi limbah organik, pakan ternak, pupuk organik cair, dan biofuel. Kendala yang dialami selama proses pemeliharaan adalah didapatkan jumlah telur yang sedikit, oleh sebab itu diupayakan untuk meningkatkan populasi lalat tentara hitam dengan cara memberikan umpan berupa pakan yang bersifat atraktan untuk imago betina meletakan telur dalam jumlah yang banyak. Media atraktan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dedak fermentasi, nanas terfermentasi, pisang terfermentasi, dan tapai singkong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media atraktan terfermentasi terhadap jumlah pasangan kawin, bobot telur dan lama hidup dari lalat tentara hitam. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2020 sampai dengan bulan Maret 2021, bertempat di Rumah Satwa Harapan Kandang Percobaan Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Pada penelitian ini media atraktan yang terdiri dari: dedak fermentasi, nanas terfermentasi, pisang terfermentasi, dan tapai singkong. Masing-masing perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 6 kali. Diambil sebanyak 960 ekor lalat dengan rasio jantan dan betina 1:1 dan dimasukkan kedalam kandang kawin. Diamati jumlah pasangan lalat yang kawin (perhari), bobot telur, dan lama hidup imago. Hasil penelitian menunjukan bahwa media atraktan ternyata memberikan pengaruh terhadap jumlah pasangan kawin, bobot telur dan lama hidup imago. Media atraktan nanas terfermentasi memperlihatkan jumlah pasangan lalat kawin dan bobot telur yang tinggi (55 pasangan individu dan bobot telur 0,067 mg) sedangkan pada lama hidup imago tertinggi pada media dedak fermentasi, sebaliknya pemberian dedak fermentasi memperlihatkan jumlah pasangan kawin yang kecil dan bobot telur yang rendah. Sedangkan lama hidup imago paling pendek didapatkan pada pemberian media nanas terfementasi. Kesimpulannya adalah media atraktan yang paling baik terhadap jumlah pasangan kawin dan bobot telur didapatkan pada media atraktan nanas terfermentasi (55 pasang dan bobot telur 0,0067 mg), sedangkan lama hidup imago yang paling tinggi didapatkan pada media atraktan dedak terfermentasi. Kata Kunci : Hermetia illucens, aktivitas kawin, ovipositing, lama hidup imago, media atraktan Kepustakaan : (2002-2020)
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
2107003940 | T52541 | T525412021 | Central Library (Referens) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available