Skripsi
PENILAIAN BEBERAPA SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH BERDASARKAN PENDEKATAN KATENA TANAH DI LADANG KARET DI KELURAHAN PATIHGALUNG KECAMATAN PRABUMULIH BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa sifat fisik dan kimia tanah berdasarkan katena tanah pada bagian puncak, tengah dan lembah lereng di ladang kebun karet di Kelurahan Patihgalung Kecamatan Prabumulih Barat. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2006 sampai Maret 2007 dengan luas lokasi penelitian sekitar 2 Ha. Pengambilan sampel tanah berada di bagian puncak dengan kemiringan 2%, bagian tengah dengan kemiringan 9%, dan bagian bawah lereng dengan kemiringan 6%. Titik sampel berjumlah 6 titik yaitu 3 titik bor sebelum penanaman dan 3 titik bor setelah penanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan nilai sifat fisik dan kimia tanah setelah penanaman pada bagian puncak, tengah dan lembah lereng. Tekstur pada bagian puncak setelah penanaman mengalami perubahan yaitu liat berpasir. Pada bagian tengah lereng yaitu lempung liat berpasir, sedangkan pada bagian lembah lereng yaitu lempung berdebu. Struktur pada bagian puncak lereng setelah penanaman yaitu granular berukuran sedang. Pada bagian tengah lereng setelah penanaman yaitu menjadi struktur kurang berkembang. Ketebalan solum tanah lapisan atas pada bagian puncak setelah penanaman mengalami penurunan dari 21 cm menjadi 20 cm. Pada bagian tengah lereng mengalami penurunan dari 19 cm menjadi 15 cm, sedangkan pada bagian lembah lereng mengalami penambahan dari 25 cm menjadi 29 cm. Nilai bahan organik pada bagian puncak setelah penanaman berubah dari 5,10% menjadi 4,06%. Pada bagian tengah lereng dari 3,5% menjadi 3,29%, sedangkan pada bagian lembah lereng dari 6,1% menjadi 6,42%. Nilai pH tanah pada bagian puncak setelah penanaman berubah dari 5,08 menjadi 4,45. Pada bagian tengah lereng dari 4,09 menjadi 3,89, sedangkan pada bagian lembah lereng dari 4,75 menjadi 4,45. Nilai posfor pada bagian puncak setelah penanaman berkurang dari 0,0011% menjadi 0,00063%. Pada bagian tengah lereng berkurang dari 0,00094% menjadi 0,00055%, sedangkan pada bagian lembah lereng berkurang dari 0,0013% menjadi 0,0012%. Nilai kalium pada bagian puncak setelah penanaman berkurang dari 0,0074% menjadi 0,012%. Pada bagian tengah lereng berkurang dari 0,0067% menjadi 0,0043%, sedangkan pada bagian lembah lereng bertambah dari 0,015% menjadi 0,018%. Nilai natrium pada bagian puncak setelah penanaman berkurang dari 0,01% menjadi 0,0094%. Pada bagian tengah lereng berkurang dari 0,0081% menjadi 0,0065%, sedangkan pada bagian lembah lereng bertambah dari 0,013% menjadi 0,015%. Nilai calsium pada bagian puncak setelah penanaman berkurang dari 0,0098% menjadi 0,0068%. Pada bagian tengah lereng berkurang dari 0,007% menjadi 0,006%, sedangkan pada bagian lembah lereng berkurang dari 0,013% menjadi 0,012%. Nilai Magnesium pada bagian puncak setelah penanaman berkurang dari 0,0016% menjadi 0,0013%. Pada bagian tengah lereng berkurang dari 0,0018% menjadi 0,00086%, sedangkan pada bagian lembah lereng bertambah dari 0,0021% menjadi 0,0026%. Rekomendasi yang diberikan untuk hasil penelitian ini yaitu sebaiknya di lahan miring (bagian tengah lereng (9%) ) diterapkan metode konservasi seperti pembuatan guludan, teras, penanaman secara kontur, sehingga erosi dapat diturunkan atau ditahan dan menahankan unsur hara.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
0707001144 | T62681 | T626812007 | Central Library (REFERENCES) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available