Skripsi
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI KECAMATAN PENUKAL ABAB DAN PENUKAL UTARA KABUPATEN MUARA ENIM SUMATERA SELATAN
Skripsi ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan untuk melakukan penilaian kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit {Elaeis guineensis Jacq). Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Penukal Abab dan Penukal Utara Kabupeten Muara Enim, Sumatera Selatan dan analisis tanah dilakukan di Laboratorium Kimia, Biologi dan Kesuburan Tanah, Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2005. Dalam penelitian ini digunakan metode survai tingkat tinjau. Pengambilan contoh tanah ditentukan berdasarkan peta land unit (PPT dan Agroklimat tahun 1990) lembar Lahat yang berdasarkan atas bentuk dan tipe lahan. Berdasarkan peta land unit tersebut, areal penelitian terbagi menjadi enam tipe lahan, yaitu: 1). Tipe lahan Af. 1.2.2., seluas 5.048 ha atau sekitar 33,8% dari seluruh luas areal penelitian, 2) tipe lahan Au. 1.2.1., seluas 3.182 ha atau sekitar 21,19%, 3) tipe lahan Au. 1.3., seluas 314 ha atau sekitar 2,09%, 4) tipe lahan Idf 1.0., seluas 1.386 ha atau sekitar 9,23, 5) tipe lahan Idf. 2.1., seluas 4.758 ha atau sekitar 30,04%, dan 6) tipe lahan Af. 3.1., seluas 286 ha atau sekitar 1,90%. Sifat kimia tanah antara lain; pH tanah tergolong masam hingga sangat masam (berkisar antara 4,17 - 4,97), KTK tanah rendah hingga tinggi (11,96 - 26,32 cmol(+)kg'1), N-total rendah hingga tinggi (0,11 - 0,57 %), P205 tersedia sedang hingga sangat tinggi (16,14 - 58,73 ppm) serta K20 tersedia rendah hingga sedang (0,22 - 0,38 cmol(+)kg1 ). Sifat fisik tanah pada lokasi penelitian adalah: tekstur tanah sebagian besar memiliki tekstur tanah Lempung berpasir, Lempung berliat, Lempung liat berpasir, dan Lempung berdebu. Drainase buruk hingga baik, dan mempunyai kedalaman efektif antara 35 hingga >100 cm. Berdasarkan kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit menurut CSR/FAO (1983), kesesuaian lahan aktual pada lokasi penelitian adalah: S3r (sesuai marginal dengan faktor pembatas kondisi perakaran) pada tipe lahan Af.1.2.2 dengan luas 5.048 Ha atau sekitar 33,8%; S3rf (sesuai marginal dengan faktor pembatas kedalaman perakaran dan retensi unsur hara) pada tipe lahan Au. 1.2.1. dengan luas 3.182 Ha atau sekitar 21,19 %; S3f (sesuai marginal dengan faktor pembatas retensi unsur hara) pada tipe lahan Au.1.3. dengan luas 314 Ha atau sekitar 2,09 %; S2fn (cukup sesuai dengan faktor pembatas retensi unsur hara dan ketersediaan hara) pada tipe lahan ldf.1.0. dengan luas 1.386 Ha atau sekitar 9,23 %; S2rf (cukup sesuai dengan faktor pembatas kondisi perakaran dan retensi unsur hara) pada tipe lahan Idf.2.1. dengan luas 4.758 Ha atau sekitar 30,04%; dan S2f (cukup dengan faktor pembatas retensi unsur hara) pada tipe lahan Idf.3.1. dengan luas 286 Ha atau sekitar 1,90 %. Seteleh diberi input berupa pemberian pupuk, penambahan kapur kalsit, penambahan bahan organik, dan pembuatan saluran drainase, maka unsur kesesuaian lahan potensial pada daerah penelitian menjadi S2r pada tipe lahan Af. 1.2.2. dan Au. 1.2.1., dan SI pada tipe lahan Au.1.3., Idf.1.0., Idfd.2.1., dan Idf.3.1.
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
0507001764 | T62230 | T622302005 | Central Library (Referens) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available