Skripsi
SIMULASI NUMERIK ALIRAN FLUIDA PADA TINGKAT PERTAMA TURBIN UAP MENGGUNAKAN CFD SOLIDWORKS FLOW SIMULATION
Kebutuhan energi merupakan hal mendasar yang diperlukan dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat. Seiring dengan meningkatnya taraf hidup dan kuantitas masyarakat, maka kebutuhan akan energi juga semakin meningkat. Pada saat ini kebutuhan energi berhubungan langsung dengan tingkat kehidupan masyarakat dan kemajuan industri di suatu negara. Dalam hal ini, energi listrik merupakan salah satu bentuk energi yang paling banyak digunakan di masyarakat, karena energi listrik dapat dengan mudah dan efisien diubah menjadi bentuk energi lain. Secara umum instalasi tenaga uap dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang saat ini masih menjadi pilihan dalam konversi tenaga listrik dari skala kecil ke besar dengan menggunakan bahan bakar konvensional atau biomassa menjadi tenaga listrik dalam memenuhi kebutuhan energi listrik. Pada pembangkit listrik ini, energi primer yang diubah menjadi energi listrik adalah bahan bakar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis simulasi. Secara garis besar metodologi yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu: Pemodelan geometri dengan menginput koordinat airfoil dengan software solidwork 2014 dan simulasi model airfoil menggunakan simulasi aliran yang telah terintegrasi pada software solidworks 2014. Jenis airfoil yang disimulasikan pada penelitian ini adalah modifikasi NACA 0012 dengan tekanan fluida inlet sebesar 0.1013250 Mpa dan temperatur 350 . Dimana parameter aerodinamis yang digunakan dalam penelitian ini adalah besarnya tekanan yang terjadi di sekitar airfoil, dan gaya-gaya yang terjadi pada airfoil yang disebabkan oleh perubahan angle of attack dan angle of fin. Kecepatan dan tekanan merupakan parameter aerodinamis yang digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil simulasi dapat dilihat dari kontur distribusi tekanan airfoil NACA 0012 yang digunakan pada sudu turbin uap. Dari analisis data simulasi diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Jumlah dan koefisien hambat terbesar terjadi pada saat yang bersamaan, pada saat airfoil berada pada angle of attack 15〗 ^ 0 dan fin angle 20〗 ^ 0 yaitu sama menjadi c_L = 1,317717571 dan c⁄D = 0,329545209. Sedangkan lift dan inhibitory coefficient terkecil terjadi pada saat posisi airfoil berada pada angle of attack 0^(0) dan sudut fin 0^0 sama dengan c_L = 0.0253938546 dan c_D = 0.02491205 dan pada simulasi terjadi kondisi stall pada angle of attack airfoil berada di antara 15〗^0 dan 20〗^0. Adapun saran yang diberikan pada penelitian selanjutnya yaitu: Lebih menguasai CFD sehingga dapat melakukan pengujian yang maksimal, Lebih banyak variasi sudut serangan dan sudut sirip sayap selama simulasi, dan melakukan simulasi untuk mendapatkan kondisi stall pada airfoil sayap pesawat. Kata kunci: Turbin Uap, CFD
Inventory Code | Barcode | Call Number | Location | Status |
---|---|---|---|---|
2107003061 | T38231 | T382312021 | Central Library (REFERENCES) | Available but not for loan - Not for Loan |
No other version available